dentum.id, Mojokerto – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diinisiasi pemerintah dengan tujuan mulia mengatasi masalah gizi dan stunting, kini menghadapi krisis serius. Alih-alih menjadi solusi, program ini justru menjadi sumber kekhawatiran massal.
Julukan ‘Makan Beracun’ sampai makanan basi mulai santer terdengar setelah banyaknya anak menjadi korban keracunan makanan yang pernah terjadi di berbagai wilayah. Salah satunya siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mendapatkan kesekian kali menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak layak konsumsi dari SPPG Desa Domas Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menu yang tidak layak yaitu menu tahu fantasi yang basi dan getuk yg berlendir.

Salah satu guru di SDN Panggih, Trowulan, Kabupaten Mojokerto Bryan setiawan, S.H.,M.H mengatakan, kejadian mendapatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak layak konsumsi atau basi sudah kesekian kalinya dari SPPG Desa Domas.
“ini kejadian kesekian kali yang dapat menu tidak layak konsumsi , terakhir hari jumat 13 februari SDN panggih dapat menu yang tidak layak lagi dengan menu tahu fantasi yang basi dan getuk yg berlendir,” Kata Bryan kepada wartawan dentum.id. Kamis (20/02/2025).

Bryan juga mengatakan, sepekan yang lalu sudah pernah mendapatkan menu makanan pentol basi bahkan ada korban yang mengeluh sakit perut. Dan dari pihak Sekolah menutupi kejadian tersebut.
“Itu kita tutupi berharap ada perbaikan, namun ternyata tidak ada perubahan. Sudah kita konfirmasi juga di dapurnya, mereka berdalih sudah ada Quality controlnya,” Ucap Bryan.
Bryan berharap, murid di SDN Panggih, Trowulan ataupun penerima manfaat MBG lainnya dari dapur SPPG Domas Trowulan, Kabupaten Mojokerto jangan di berikan makanan asal-asalan ataupun basi kedepannya.
“Anak kami ini konsumen, jangan di berikan makan asal-asalan,” tutup Bryan.
Hingga berita ini tayang, pihak dari wartawan sudah mengkonfirmasi ke Kepala SPPG Domas namun masih belum ada jawaban prihal makanan basi tersebut. (Chy)














