Usai 152 Siswa Diduga Keracunan, SPPG MBG Kutorejo Disetop Sementara

by -105 Views
banner 468x60

dentum.id, Mojokerto – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, ditutup sementara mulai Senin, 12 Januari 2026. Penutupan dilakukan menyusul kejadian ratusan siswa diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu soto ayam dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses evaluasi dan investigasi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes), Kodim 0815/Mojokerto, serta kepolisian.

banner 336x280

“Sebagai tindak lanjut dan proses evaluasi serta investigasi, mulai Senin ditutup,” kata Kepala Korwil BGN Mojokerto, Rosidian Prasetyo, Sabtu (10/1/2026).

SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 diketahui setiap hari melayani 2.679 penerima manfaat dari 20 sekolah. Dalam peristiwa ini, sebanyak tujuh sekolah dilaporkan terdampak.
Rosidian menjelaskan, investigasi awal telah dilakukan dengan meminta keterangan kepala dapur dan ahli gizi SPPG.

“Hasilnya sudah sesuai dengan SOP dan juknis BGN. Namun, kami akan mendalami lebih lanjut berdasarkan hasil dari Dinkes dan kepolisian,” tambahnya.

Ia menyebut, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Hal itu lantaran adanya jeda waktu antara distribusi makanan pada Jumat siang dengan munculnya gejala pada Sabtu pagi.

“Kami tidak bisa menyimpulkan apakah semua berasal dari makanan BGN atau ada tambahan makanan lain,” bebernya.

Terkait distribusi MBG bagi penerima manfaat lainnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat untuk kemungkinan pengalihan layanan ke SPPG lain.

Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, menegaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan kaji ulang, evaluasi, dan investigasi mendalam terhadap seluruh aspek operasional SPPG tersebut.

“Bukan hanya SPPG ini, semuanya. Nantinya proses investigasi gabungan akan dibantu dinkes, BGN, dan kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 152 siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Kutorejo diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu soto ayam dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.

Sejumlah korban harus dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas. Sementara penanganan terpusat dilakukan di Pondok Pesantren Ma’had Annur.
Menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Keesokan harinya, Sabtu (10/1/2026), ratusan siswa mulai menunjukkan gejala seperti mual, muntah, demam, dan diare.

Pada Jumat (9/1/2026), SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi melayani sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari jenjang KB, TK, SD, MI, SMP, MTs, MA hingga SMK di wilayah Kutorejo dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan bahwa penanganan korban dipusatkan di Pondok Pesantren Ma’had Annur, Dusun Jurangjero, Desa Keputih, Kecamatan Singowangi, Kutorejo, untuk memudahkan koordinasi. Meski demikian, sebagian korban juga ditangani di Puskesmas Pacet, Kutorejo, dan Gondang.

“Jumlah 152 tersebut data sementara, kemungkinan bisa bertambah. Tadi ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah menerima MBG agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, tanpa dikenakan biaya. (Atm)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.