Mojokerto, dentum.id – Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto pada Rabu 11/03/2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi pembinaan sekaligus melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dijalankan bagi warga binaan.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, dan disambut oleh jajaran Lapas Mojokerto yang dipimpin Kepala Lapas Rudi Kristiawan. Kegiatan diawali dengan diskusi dan silaturahmi di ruang Kepala Lapas Mojokerto.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai program pembinaan warga binaan, termasuk upaya yang dapat mendukung proses rehabilitasi sosial bagi penyalahguna narkotika melalui kegiatan pembinaan yang produktif.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pembinaan warga binaan agar berjalan lebih optimal.

Usai berdiskusi, rombongan BNN Kota Mojokerto meninjau langsung sarana dan prasarana di Lapas Mojokerto. Peninjauan dimulai dari blok hunian warga binaan, baik blok tahanan maupun narapidana, untuk melihat secara langsung kondisi serta kegiatan pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.
Rombongan kemudian diajak mengunjungi area SAE Lapas Mojokerto yang menjadi pusat kegiatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan. Di lokasi tersebut diperlihatkan kegiatan budidaya ikan lele serta peternakan kambing yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan.
Selain itu, rombongan juga melihat kegiatan produksi tempe yang dikelola oleh warga binaan sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
Tidak hanya itu, Kepala BNN Kota Mojokerto juga meninjau berbagai hasil karya kerajinan warga binaan, seperti pembuatan patung serta miniatur kapal yang dibuat dengan keterampilan tangan para warga binaan.
Kepala BNN Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan di Lapas Mojokerto. Ia bahkan menyampaikan bahwa program-program kemandirian tersebut dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam kegiatan rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh BNN Kota Mojokerto.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai program kemandirian yang ada di Lapas Mojokerto. Ini bisa menjadi contoh bagi kami untuk mengembangkan kegiatan serupa dalam proses rehabilitasi sosial. Bahkan kerajinan miniatur kapal yang dibuat warga binaan sangat menarik, dan rencananya akan kami jadikan pajangan di kantor BNN Kota Mojokerto,” ungkap Damar.
Sementara itu, Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa berbagai program kemandirian tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan setelah bebas nanti.
“Melalui berbagai program pembinaan dan kemandirian ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif,” ujar Rudi. (dka)














