Kirab Budaya Sound Tumpuk Meriahkan Ruwah Desa Bejijong 2026

by -3 Views
banner 468x60

dentum.id, Mojokerto — Tradisi Ruwah Desa kembali digelar di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/02/2026). Tahun ini, perayaan Ruwah Desa terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena dimeriahkan kirab budaya yang diiringi sound tumpuk.

Ruwah Desa berasal dari Bahasa Jawa, “Ruwah atau Ruwat” yang berarti memelihara, memperingati, dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada manusia, sedangkan “Desa” berarti wilayah yang dipimpin oleh Kepala Desa. Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun dari “Sang Babat Alas atau Sing Mbangun Desa” dan masih dilestarikan hingga saat ini.

banner 336x280

Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna, mengatakan Ruwah Desa tahun ini merupakan rangkaian kegiatan dari dua dusun, yakni Dusun Kedungwulan dan Dusun Bejijong, yang berlangsung sejak 31 Januari 2026 dan mencapai puncaknya pada 15 Februari 2026.

“Kalau hari ini satu Dusun, ada tuju RT yang mereka juga mengeluarkan masing-masing potensinya dan tidak meninggalkan budaya dari Desa Bejijong,” Kata Pradana. Minggu (15/02/2026)

Barisan kirab budaya menggunakan pakaian tradisional.

Ia menambahkan, kurang lebih dua ribu peserta mengikuti kirab budaya Ruwah Desa yang diselenggarakan Pemerintah Desa Bejijong. Antusiasme masyarakat, baik peserta maupun penonton, terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Antusias masyarakat di luar ekspetasi kami, dikarenakan tahun-tahun kemarin Ruwah Desa di Bejijong sangat sederhana sekali. Dan kami harapkan tahun ini sangat sederhana, dan rupanya dari anak-anak pemuda dari bapak, ibu masyarakat mengeluarkan masing-masing potensinya. Ada sound tumpuk sehingga ini sangat meriah sekali,” Ucap Pradana.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Bejijong telah menerima imbauan dari tiga pilar agar tidak menggunakan sound horeg. Sebagai solusi, masyarakat sepakat menggunakan sound tumpuk dalam kirab budaya tersebut.

Sound tumpuk yang di gunakan di kirab budaya Desa Bejijong

“Ada status standarisasi tentang sound yang harus di sepakati bersama-sama oleh warga Dusun Bejijong. Untuk tradisionalnya kita tetap adakan di barisan pertama kirab kami bersama lembaga adat desa Alas Santan, bersama dengan pemangku-pemangku budaya, dan juga tiga pilar, serta perangkat desa,” Tambah Pradana.

Pradana berharap, melalui kirab budaya dalam rangka Ruwah Desa ini, masyarakat Desa Bejijong semakin rukun, guyub, dan gotong royong di seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa juga berkomitmen hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Acara Ruwah Desa Bejijong berlangsung meriah dan khidmat hingga akhir kegiatan. Masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang tua, berbondong-bondong menyaksikan kirab budaya tradisional yang diiringi  yang tengah menjadi tren saat ini. (Dka)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.