Khidmat Perayaan Waisak 2569 BE di Vihara Mojopahit

by -327 Views
Pradaksina (mengelilinginya vihara). (foto : dntm)
banner 468x60

dentum.id, Mojokerto – Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah mengikuti perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (12/5/2025) malam. Perayaan berlangsung khidmat dengan puncak detik-detik Waisak terjadi tepat pada pukul 23.55.59 WIB.

Perayaan dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto. (foto : dntm)

Tri Suci Waisak merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan (Samma Sambodhi), dan wafatnya (Parinibbana). Tahun ini, perayaan mengusung tema “Semangat Kebersamaan untuk Indonesia Maju.”

banner 336x280

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi Pradaksina, yaitu ritual mengelilingi vihara searah jarum jam. Selanjutnya dilakukan upacara pemandian Rupang Bodhisattva sebagai simbol pembersihan batin dari keserakahan, kebencian, dan ketamakan. Acara dilanjutkan dengan puja bakti, pembacaan pesan Waisak (Dhammadesana), perenungan detik-detik Waisak, serta pembagian berkah air suci.

Prosesi mandi Rupang Bodhisatva. (foto : dntm)

Ketua Yayasan Lumbini Maha Vihara Mojopahit, Rudy Budiman, menyampaikan bahwa semangat kebersamaan menjadi kunci dalam memajukan bangsa.

 “Artinya, dengan kebersamaan, tanpa memandang perbedaan, Indonesia akan lebih maju. Dalam situasi saat ini, semangat toleransi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Perayaan ini juga dihadiri oleh perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto dan tokoh dari berbagai agama lain. Hal ini mencerminkan semangat toleransi antarumat beragama dan pengamalan sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa. Mayoritas peserta berasal dari sejumlah kota seperti Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Jombang, dan Jakarta.

Vihara Mojopahit terbuka untuk siapa saja yang ingin beribadah dan bermalam. Menurut Rudy Budiman, tidak ada perbedaan mencolok dengan perayaan tahun sebelumnya selain tema. Antusiasme umat juga dinilai tetap tinggi.

 “Kami berpesan kepada umat Buddha, kita adalah Buddha Nusantara. Tidak ada sekat atau perbedaan selama sesuai dengan aturan NKRI dan tema yang diusung,” tandasnya.

Rupang Bodhisatva. (foto : dntm)

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia mengapresiasi semangat umat Buddha yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

 “Sesuai tema, semangat kebersamaan demi Indonesia yang lebih maju, kami berharap umat Buddha bisa berperan aktif dalam pembangunan, terutama untuk mendukung visi-misi Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” ungkapnya. (And)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.