Kisah Kerajaan Majapahit, Dari Kejayaan Hingga Runtuhnya Kerajaan Majapahit

by -347 Views
ilustrasi istana kerajaan majapahit (dok : dentum)
banner 468x60

dentum.id, – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13, Majapahit mencapai masa keemasannya di abad ke-14 sebelum akhirnya runtuh pada awal abad ke-16.

Awal Berdiri: Raden Wijaya dan Serangan Mongol

banner 336x280

Majapahit berdiri pada tahun 1293 M, tak lama setelah runtuhnya Kerajaan Singhasari akibat serangan Jayakatwang dari Kediri. Raden Wijaya, menantu raja terakhir Singhasari, berhasil melarikan diri dan kemudian mendirikan sebuah pemukiman di daerah hutan bernama Tarik, yang kelak menjadi pusat Majapahit.

Bersamaan dengan itu, pasukan Mongol dari Dinasti Yuan (Cina) datang ke Jawa untuk menuntut balas atas penghinaan terhadap utusan mereka oleh Raja Kertanegara. Raden Wijaya memanfaatkan situasi ini dengan cerdik. Ia berpura-pura bekerja sama dengan pasukan Mongol untuk menjatuhkan Jayakatwang, lalu setelah menang, berbalik menyerang dan mengusir pasukan Mongol dari tanah Jawa.

Kemenangan itu menandai lahirnya Kerajaan Majapahit, dengan Raden Wijaya sebagai raja pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

 

ilustrasi Raja Hayam Wuruk saat puncak kejayaan. (dok : dentum)

Puncak Kejayaan: Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Masa keemasan Majapahit terjadi di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350–1389) yang didampingi oleh patih mahapatih Gajah Mada. Dalam Sumpah Palapa yang terkenal, Gajah Mada menyatakan tidak akan menikmati kesenangan duniawi sebelum menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Di masa inilah, Majapahit memperluas pengaruhnya hingga meliputi wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia, sebagian Malaysia, Singapura, Brunei, bahkan bagian selatan Filipina. Ini tercatat dalam Negarakertagama, naskah kuno yang menggambarkan struktur pemerintahan, kebudayaan, serta luas wilayah Majapahit.

Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan budaya. Sistem birokrasi berkembang pesat, pelabuhan ramai, dan pengaruh budaya Jawa menyebar luas. Agama Hindu dan Buddha hidup berdampingan, serta mulai muncul pengaruh Islam di pesisir utara Jawa.

Masa Kemunduran: Perebutan Kekuasaan dan Munculnya Kerajaan Islam

Setelah wafatnya Hayam Wuruk, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Perebutan takhta antar anggota keluarga kerajaan melemahkan stabilitas politik. Salah satu konflik terbesar terjadi antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi yang memicu Perang Paregreg pada akhir abad ke-14.

Perang saudara itu merusak kekuatan militer dan ekonomi Majapahit. Sementara itu, kekuatan baru mulai bangkit. Kerajaan-kerajaan Islam seperti Kesultanan Demak dan Kesultanan Malaka mulai mengambil alih jalur perdagangan dan pengaruh politik di wilayah pesisir.

Kerajaan Majapahit perlahan kehilangan kontrol atas wilayah kekuasaannya. Ibu kota di Trowulan mengalami kemunduran, dan pengaruhnya semakin merosot. Sekitar tahun 1527, Majapahit secara de facto dinyatakan runtuh setelah kekuatan Islam di Demak mengambil alih pusat kekuasaan.

Warisan dan Relevansi

Meski telah lama runtuh, pengaruh Majapahit tetap hidup. Konsep persatuan Nusantara yang digagas Gajah Mada menjadi inspirasi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan lambang negara Garuda Pancasila disebut-sebut terinspirasi dari simbol Majapahit.

Sejarawan Universitas Gadjah Mada, Dr. Sri Margana, menyebut Majapahit sebagai “model awal dari nasionalisme Indonesia, jauh sebelum kata ‘nasionalisme’ dikenal.”

ilustrasi candi tikus yang ada di trowulan, mojokerto. (dok : dentum)

Jejak kejayaan Majapahit masih bisa ditemukan hingga kini di situs arkeologi Trowulan, Jawa Timur, yang menyimpan peninggalan seperti Candi Tikus, Candi Brahu, dan kolam Segaran. (Dnt)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.