dentum.id, Mojokerto – Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto resmi Launching program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) tahun 2025 pada Kamis (10/7/2025). Kegiatan yang digelar di kantor kelurahan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak dengan pola asuh yang tepat dan penuh kasih.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat dan Lurah Prajurit Kulon, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, serta Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Kehadiran para tokoh menjadi bentuk dukungan terhadap pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi sehat dan berkarakter.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam sambutannya di hadapan 30 peserta SOTH yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, menyampaikan pentingnya pemahaman pola asuh yang baik.
“Polah asuh itu banyak hal, mulai dari asupan makanan gizinya harus sesuai dengan umur, tumbuh kembang anak, dan juga secara pesikologis untuk menyadari balita saat tumbuh kembangnya balita tidak boleh sumpek, tidak boleh terbawah perasaan, dikarnekan energi negative ibu-ibu apabila sudah sedih pasti akan terbawah di puta putri ibu,” kata Ika Puspitasari.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga para orang tua bisa mengaplikasikan ilmunya di rumah,” ujarnya.
Lurah Prajurit Kulon, Muhamad Nurhadi, menjelaskan bahwa program SOTH di kelurahannya sudah menjadi kegiatan rutin tahunan sebagai bagian dari upaya pengentasan stunting. Materi yang diberikan meliputi perawatan balita, kesehatan ibu hamil, serta edukasi untuk calon pengantin.
“Peserta kita untuk kali ini ada orang tua yang mempunyai balita, orang tua yang mempunyai balita stunting, kemudian orang tua yang mempunyai bayi wasting, dan juga ibu hamil serta calon pengantin. Jadi sudah lengkap dan pesertanya ada 30 peserta yang mana nantinya akan di adakan pertemuan selama enam kali dalam 3 bulan ke depan,” ucap Nurhadi.
Nurhadi menambahkan, peserta SOTH tahun ini berusia antara 25 hingga 43 tahun. Selama program berlangsung, mereka akan menerima materi dari narasumber Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
“Alhamdulillah stunting di Kelurahan Prajurit Kulon sudah berkurang. Di tahun 2024 kemarin ada 5 anak, dan per Mei 2025 ini tinggal 4 anak, dan wasting-nya ada 3 anak,” tambahnya.
Nurhadi berharap melalui program ini, angka stunting di Kelurahan Prajurit Kulon dapat ditekan hingga nol kasus. (Dka)














