dentum.id, Mojokerto – Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus atau Ascension Day pada 29 Mei 2025. Peringatan yang jatuh 40 hari setelah Hari Paskah ini memiliki makna rohani yang mendalam karena menandai kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya dari kematian.
Peringatan ini menjadi salah satu momen penting dalam kalender liturgi Kristen. Umat Kristiani merayakannya dengan ibadah di gereja, doa syukur, dan refleksi atas ajaran kasih yang ditinggalkan Yesus kepada para pengikut-Nya. Hari Kenaikan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan menumbuhkan harapan akan kehidupan kekal.
Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, ratusan umat Kristiani mengikuti misa peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Bethel Tabernakel (GBT), yang berlokasi di lantai 2 Royal Regency Hall, Kota Mojokerto, Kamis (29/5/2025) malam.
Jemaat dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua, memenuhi kursi-kursi dalam gereja. Mereka mengikuti ibadah dan memanjatkan puji-pujian kepada Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

Pendeta Stevanus Gunawan Agustinus mengungkapkan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “Menjadi Saksi-saksi Kristus”. Ia berharap umat Kristen menyadari panggilannya sebagai saksi Tuhan.
“Besar harapan kami para umat Kristen sadar akan panggilannya dan bagiannya untuk menjadi saksi-saksinya Tuhan,” kata Stevanus usai memimpin kebaktian.
Stevanus juga menjelaskan makna spiritual dari peringatan ini. Ia menegaskan bahwa pemulihan merupakan bagian dari kehendak Tuhan, dan umat Kristiani diingatkan agar tidak melupakan jati dirinya sebagai saksi Kristus.
“Tema ini memang ditentukan oleh pusat dengan berbagai pertimbangan, yaitu selain melihat situasi dunia yang ada juga di mana kondisi kehidupan yang dinilai begitu berat. Tetapi lewat ayat ini kita disadarkan. Soal pemulihan, Tuhan nanti yang akan melakukan,” tuturnya.
Menurutnya, misa kali ini terbagi dalam tiga sesi, yakni pujian penyembahan, pemberitaan firman, dan doa Bersama dengan hikmat. Jumlah jemaat tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Puji Tuhan tahun ini lebih banyak, dari perkiraan tiga ratus jemaat, namun saat acara mulai kita harus menambah kursi lagi. Tadi pada tengah-tengah proses kebaktian ada sekitar empat ratus jemaat yang mengikuti,” terang Stevanus.
Ibadah berlangsung dari pagi hingga malam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, umat Kristiani—khususnya umat Katolik—merasa terpanggil untuk merayakan peristiwa sakral ini.
“Kita berharap, umat Tuhan, umat Kristen, ingat bahwa dalam hidupnya harus menjadi saksi. Karena itu harus hidup benar dan memberitakan Injil lewat perkataan, perilaku hidupnya dan lainnya,” ungkapnya.
Pengamanan selama misa juga melibatkan pihak kepolisian. Sejumlah personel dari Polres Mojokerto Kota terlihat berjaga di sekitar gereja hingga acara berakhir. (And)















