TIDAR Mojokerto Luncurkan Tim Riset Geopol Nusantara, Kupas Tuntas Politik Majapahit

by -420 Views
dentum.id
banner 468x60

dentum.id, Mojokerto – Tunas Indonesia Raya (TIDAR) PC Mojokerto lakukan gebrakan baru dengan kelas Geopol TIDAR yaitu menggali tentang bagaimana geopolitik di kejayaan era kerajaan Majapahit sehingga bisa sebesar itu pada masanya.

Kerajaan Majapahit mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389) dengan Gajah Mada sebagai Mahapatih. Pada masa ini, Majapahit berhasil menguasai wilayah yang luas, termasuk sebagian besar wilayah Indonesia dan beberapa daerah di Asia Tenggara. Kejayaan ini dicapai melalui kekuatan maritim dan perdagangan yang maju, serta persatuan yang dicapai melalui Sumpah Palapa yang dicetuskan Gajah Mada.

banner 336x280

Ketua TIDAR Kabupaten Mojokerto Defy Firman Al Hakim mengatakan, ada fenomena yang akan di gali tentang gepolitik di era kerajaan Majapahit, dikarenakan kerajaan Majapahit pernah berjaya di bumi Nusantara pada masa itu, dan bagaimana komunikasinya dengan Negara tetangga, komunikasi dari pusat ke daerah, serta faksi politiknya seperti apa, yang selama ini belum tergali dengan maksimal.

“Dengan itu semua akhirnya ide TIDAR Mojokerto mengaktualisasikan ide tersebut menjadi sebuah projek yang kami namai tim riset geo Nusantara. Jadi yang mana di dalamnya akan meriset tentang geopolitik di era kerajaan Majapahit,” kata Defy.

Defy berharap dengan adanya tim riset geo Nusantara dari TIDAR Mojokerto, sejarah akan bisa sepesifik dengan kebesaran kerajaan Majapahitnya seperti di pertaniannya, aturan pemerintahannya, undang-undangnya, potensi perdagangannya, dan Politiknya, masyarakat akan bisa mengerti dan tahu.

“Dikarenakan TIDAR konsen belajar di dunia Politik kami sekalian konsen belajar menggali lebiha dalam lagi tentang bagaimana geopolitik di era kerajaan Majapahit. Hubungan ekonomi sosial budayanya seperti apa di masa lalu, nanti dalam hal ini kami membentuk tim riset geo Nusantara yang anggotanya tidak hanya dari TIDAR tetapi kami juga ada dari berbagai macam elemen seperti akademisi dari UGM, ada juga professor dari Laeden, dari Universitas Brawijaya, serta beberapa budayawan yang konsen mengenai tentang sejarah Majapahit secara akademisi. Akhirnya kami membentuk tim riset itu InsaAllah agenda ini akan berjalan satu tahun dan outputnya adalah menjadi beberapa buku yang dimana konsen tentang geopolitik di era kerajaan Majapahit,” ucap Defy.

Sementara itu ketua tim riset Geopol Nusantara TIDAR Mojokerto, Ika Irmawansyah S. Fil M. Phil mengatakan, Geopol yang di pahami di TIDAR bahwa Geopol itu bagaimana memposisikan geografis sebagai panglima politik atau sebagai kacamata politik yang itu menjadikan daya tawar bagi mitra Negara yang lain.

“Disini sejalan dengan warisan leluhur kita yaitu Majapahit yang dulu memang secara politik lebih banyak politiknya itu Geopolitik, bagaimana membangun mitra antar Negara, mitra antar Bangsa dan sebagainya. Ini yang akan kita potret di hari ini. Apalago hari ini sejalan dengan kontestasi Global hari ini yang dimana Asia Pasifik menjadi daya tarik dalam sekala globalisasi atau sekala politik luar Negeri,” tutur Ika

ketua tim riset Geopol Nusantara TIDAR Mojokerto, Ika Irmawansyah S. Fil M. Phil

Ika berharap dengan adanya riset geo Nusantara ini bisa menjadi contoh atau parameter untuk memahami atau untuk menjalankan geopolitik Indonesia.

Kenapa Geopol Nusantara TIDAR Mojokerto mengambil riset di era kerajaan Majapahit di karenakan era Majapahit menjadi puncak paling jaya di Nusantara saat itu. Tidak hanya meriset di era kerajaan Majapahit saja, tim Geopol Nusantara TIDAR Mojokerto juga meriset di kerajaan-kerajaan sebelumnya yaitu Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Kalingga, dan Mtaram Kuno, serta Mataram Baru.

“Kita juga meriset kerajaan-kerajaan sebelumnya yaitu Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Kalingga, dan Mtaram Kuno, serta Mataram Baru, namun lagi-lagi kerajaan Majapahit ini menjadi puncak dari geopolitik. Dikarenakan setelah era Majapahit sudah meredup Geopolitiknya, sehingga ini mejadi parameter yang pas untuk mejadikan standarisasi bagaimana geopolitik Nusantara kedepan atau hari ini,” terang Ika.

Ika kembali mengatakan, nantinya hasil dari riset Geopol Nusantara TIDAR akan di jadikan menjadi tiga yaitu, pertama akan di jadikan buku, yang mana nantinya akan bisa di nikmati oleh semua kalangan akademisi. Yang ke dua di jadikan documenter yang nanti akan bisa di nikmati dalam video visual. Dan yang ke tiga menjadikan animasi yang mana akan di hibahkan ke guru-guru sejarah di SMA untuk menjadi media pembelajaran.

“Ini sebagai upaya kami TIDAR untuk mengambil peran positif sebagai anak Bangsa kedepannya.” Tutup Ika.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.