Daftar isi
dentum.id – Iran mengeklaim sistem pengawasannya di Selat Hormuz mampu mendeteksi teknologi militer canggih sekalipun. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut drone bawah laut milik Amerika Serikat yang mereka temukan menjadi bukti bahwa teknologi AS tidak dapat melewati sistem pengawasan tersebut.

Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi menyampaikan klaim itu pada Selasa (8/9). Menurut dia, temuan drone bawah laut AS menunjukkan ketatnya lapisan pengawasan Iran di kawasan strategis tersebut.
“Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tidak ada teknologi canggih yang dapat melewati lapisan sistem pengawasan kami di Selat Hormuz,” kata Mohebbi, dilansir dari Antara, Rabu (9/9).
IRGC Sita Drone Bawah Laut AS di Selat Hormuz
Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC mengumumkan telah menyita drone bawah laut AS jenis Dive-LD. Pasukan Iran menemukan perangkat tersebut di pintu masuk Selat Hormuz.
IRGC kemudian memublikasikan foto drone bawah laut itu sebagai bagian dari pengumuman penyitaan. Temuan tersebut menjadi dasar bagi Mohebbi untuk menegaskan kemampuan sistem pengawasan Iran di wilayah tersebut.
Selat Hormuz sendiri berada di kawasan yang menjadi bagian dari konflik dan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat.
Konflik Iran, AS, dan Israel Kembali Memanas
Sementara itu, ketegangan militer antara kedua pihak masih berlanjut. Pada 28 Februari, pasukan AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Iran kemudian membalas serangan tersebut. Situasi itu membuat konflik berkembang menjadi rangkaian permusuhan yang belum sepenuhnya berakhir.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Hingga kini, konflik tersebut belum menemukan penyelesaian permanen. Permusuhan bahkan masih sesekali kembali terjadi di tengah upaya meredakan ketegangan.
Washington Tingkatkan Tekanan Ekonomi terhadap Teheran
Di tengah konflik yang belum selesai, Washington memilih memperbesar tekanan ekonomi terhadap Iran. Amerika Serikat berupaya menciptakan tekanan finansial tambahan bagi Teheran dengan harapan konflik dapat segera berakhir.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tekanan AS terhadap Iran di luar konfrontasi militer. Namun, pada saat yang sama, ketegangan di lapangan masih berpotensi kembali meningkat.
Dengan ditemukannya drone bawah laut Dive-LD, IRGC kini menekankan bahwa bahkan teknologi militer canggih AS masih dapat terdeteksi oleh sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz.
