Dentum Terkini
Informasi terbaru, terverifikasi, dan paling dekat dengan pembaca.
Terkini

Dari DLU ke Arena Prestasi, BHS dan Erwin Dorong Tarung Derajat Jatim Makin Kompetitif

SURABAYA, dentum.id — Di balik penghargaan PT Dharma Lautan Utama (DLU) sebagai Badan Usaha Peduli Olahraga Jawa Timur pada momentum Haornas 2026, terdapat dua figur yang juga memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga bela diri Tarung Derajat di Jawa Timur.

Keduanya adalah Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan Erwin H. Poedjono.

Bambang Haryo Soekartono tercatat sebagai Owner dan Penasehat Utama PT Dharma Lautan Utama Holding, sedangkan Erwin H. Poedjono merupakan Direktur Utama PT DLU. Di luar aktivitas perusahaan, keduanya juga memegang posisi strategis di Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur. BHS sebagai Ketua Umum dan Erwin sebagai Ketua Harian.

Keterhubungan antara dunia usaha dan pembinaan olahraga tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang dilakukan DLU maupun KODRAT Jatim sepanjang 2026.

Dalam rangkaian Haornas 2026, PT DLU memperoleh penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai badan usaha yang peduli terhadap olahraga. Erwin menyebut penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Jawa Timur.

Pembinaan Tidak Berhenti di Kompetisi

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian KODRAT Jatim, Erwin sebelumnya menyampaikan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan.

Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Kejurnas Tarung Derajat Antar Pelajar BHS Cup III 2026 di Surabaya. Kejuaraan tersebut memberikan ruang bagi atlet-atlet pelajar untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi atlet Tarung Derajat.

“Jawa Timur kemudian keluar sebagai juara umum dengan raihan tiga emas, empat perak dan dua perunggu,” ucap Erwin

Erwin juga mengapresiasi kualitas teknik atlet muda yang tampil dan berharap kompetisi serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat pembinaan dari tingkat pelajar.

Bagi BHS, pembinaan olahraga juga bukan hal yang berdiri sendiri. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks DLU, Erwin menjelaskan bahwa perusahaan memandang SDM sebagai modal terbesar dan kesehatan sebagai salah satu fondasi utama SDM.

Perspektif tersebut kemudian berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga yang dilakukan melalui berbagai kegiatan perusahaan maupun dukungan terhadap kompetisi olahraga.

Mendorong Ekosistem Olahraga Jawa Timur

Momentum Haornas tahun ini juga menjadi kesempatan bagi Erwin untuk menyerukan agar semakin banyak perusahaan mengambil peran sebagai pendukung pembinaan olahraga.

Ia menilai potensi dunia usaha di Jawa Timur sangat besar. Menurut Erwin, perusahaan-perusahaan di kawasan industri seperti Sidoarjo dan Gresik dapat mengambil peran sebagai bapak asuh cabang olahraga sehingga persoalan pendanaan pembinaan dapat diatasi secara lebih berkelanjutan.

Dorongan tersebut sejalan dengan kebutuhan olahraga prestasi yang tidak hanya membutuhkan atlet dan pelatih, tetapi juga dukungan kompetisi, fasilitas, pembinaan jangka panjang dan pembiayaan.

Erwin bahkan mendorong agar Jawa Timur tidak sekedar berada di papan atas perolehan prestasi nasional, tetapi memiliki target untuk menjadi juara umum PON melalui kolaborasi antara pemerintah, KONI, Dispora dan dunia usaha.

Sementara di sektor Tarung Derajat, posisi BHS dan Erwin dalam kepengurusan Pengprov KODRAT Jatim membuat dukungan terhadap pembinaan memiliki kesinambungan antara kebijakan organisasi, kompetisi dan regenerasi atlet.

Haornas 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni penghargaan. Bagi dunia olahraga Jawa Timur, momentum ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor: pemerintah, organisasi olahraga dan dunia usaha, untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan.

Dan bagi Tarung Derajat Jawa Timur, perjalanan tersebut terus diarahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya yaitu menemukan bibit, membina, memberikan ruang bertanding dan membawa atlet menuju level prestasi yang lebih tinggi. (CHY)

Reporter

redaksi

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *